Sabtu, 19 November 2011

Komunikasi dan Kepemimpinan


  • Pengertian Komunikasi
Pengertian komunikasi sudah banyak didefinisikan oleh banyak orang, jumlahnya sebanyak orang yang mendifinisikannya. Dari banyak pengertian tersebut jika dianalisis pada prinsipnya dapat disimpulkan bahwa komunikasi mengacu pada tindakan, oleh satu orang atau lebih, yang mengirim dan menerima pesan yang terdistorsi oleh gangguan (noise), terjadi dalam suatu konteks tertentu, mempunyai pengaruh tertentu, dan ada kesempatan untuk melakukan umpan balik.

  • Unsur-unsur yang mempengaruhi suatu komunikasi terdiri dari :
1.      Komunikator / pengirim / sender .

Merupakan orang yang menyampaikan isi pernyataannya kepada komunikan . Komunikator bisa tunggal , kelompok , atau organisasi pengirim berita . Komunikator bertanggung jawab dalam hal mengirim berita dengan jelas , memilih media yang ocok untuk menyampaikan pesan tersebut , dan meminta kejelasan apakah pesan telah diterima dengan baik . Untuk itu , seorang komunikator dalam menyampaikan pesan atau informasi harus memperhatikan dengan siapa dia berkomunikasi , apa yang akan dia sampaikan , dan bagaimana cara menyampaikannya .

2.      Komunikan / penerima / receiver .

Merupakan penerima pesan atau berita yang disampaikan oleh komunikator . Dalam proses komunikasi , penerima pesan bertanggung jawab untuk dapat mengerti isi pesan yang disampaikan dengan baik dan benar . Penerima pesan juga memberikan umpan balik kepada pengirim pesan untuk memastikan bahwa pesan telah diterima dan dimengerti secara sempurna .

3.      Saluran / media / channel .

Merupakan saluran atau jalan yang dilalui oleh isi pernyataan komunikator kepada komunikan dan sebaliknya . Pesan dapat berupa kata - kata atau tulisan , tiruan , gambaran atau perantara lain yang dapat digunakan untuk mengirim melalui berbagai channel yang berbeda seperti telepon , televisi , fax , photo copy , email , sandi morse , semaphore , sms , dan sebagainya .

  • Bagaimana menyalurkan ide melalui konunikasi

I
IDE
(gagasan)‏ Si Sender

II
PERUMUSAN
Di sini ide
Si sender Disampaikan Dalam kata-kata

III
PENYALURAN
(transmiting)
Bisa lisan,tertulis,
mempergunakanSimbol atau isyarat

VI
TINDAKAN
Misalnya
Perintah Dilaksanakan

V
PENGERTIAN
Disini kata-kata
Si sender menjadi ide si receiver

IV
PENERIMAAN
Oleh si
Penerima Berita (Penangkap Berita).
 

  •  Hambatan-Hambatan Komunikasi

Pada sebuah proses komunikasi yang terjadi terkadang kita juga akan mengalami banyak hambatan dalam berkomunikasi. Beberapa Hambatan Komunikasi adalah :
1.    Hambatan sematik
    Komunikasi yg disebabkan oleh fakor bahasa  yg digunakan oleh para pelaku komunikasi
2.    Hambatan mekanik
    Komunikasi yang disebabkan oleh factor elektrik, mesin atau media lainnya
3.    Hambatan antropologis
    Hambatan yg disebabkan oleh perbedaan pada diri manusia.
4.    Hambatan psikologis
    Hambatan yg disebabkan oleh factor kejiwaan.
  • Klasifikasi Komunikasi Dalam Organisasi
1.      Dari segi sifatnya :

o   Komunikasi Lisan
o   Komunukasi Tertulis
o   Komunikasi Verbal
o   Komunikasi Non Verbal

2.      Dari segi arahnya :

o   Komunikasi Ke atas
o   Komunikasi Ke bawah
o   Komunikasi Diagonal Keatas
o   Komunikasi Diagonal Kebawah
o   Komunikasi Horizontal
o   Komunikasi Satu Arah
o   Komunikasi Dua Arah

3.      Menurut Lawannya :

o   Komunikasi Satu Lawan Satu
o   Komunikasi Satu Lawan Banyak (kelompok)
o   Kelompok Lawan Kelompok
4.      Menurut Keresmiannya :
o   Komunikasi Formal
o   Komunikasi Informal
  •     Proses Perubahan Organisasi
Organisasi mengalami perubahan karena organisasi selalu menghadapi berbagai macam tuntutan kebutuhan. Tuntutan itu timbul sebagai akibat pengaruh lingkungan (eksternal dan internal) organisasi yang selalu berubah. Untuk menghadapi faktor penyebab perubahan tersebut, organisasi harus dapat menyesuaikan diri dengan pengadakan berbagai perubahan dalam dirinya. Perubahan-perubahan itu tentunya ke arah pengembangan organisasi yang lebih baik.

  •  Metode pengembangan organisasi
Program pengembangan organisasi memiliki hal-hal pokok berikut ini:
1.      Program ini dipimpin dan didukung dari atas, dapat juga menggunakan pihak ketiga (atau agen perubahan) untuk mendiagnosis masalah dan memperbaikinya, atau mengatasi perubahan melalui berbagai jenis kegiatan yang direncanakan, atau intervensi.
2.      Rencana-rencana pengembangan organisasi didasarkan kepada analisis dan diagnosis yang sistematis, mengenai keadaan organisasi serta perubahan dan masalah-masalah yang mempengaruhinya.
3.      Program ini berhubungan dengan bagaimana organisasi bertindak pada waktu perubahan terjadi, dengan menggunakan proses seperti interaksi, komunikasi, perencanaan peran serta, dan benturan.

  • Tipe-tipe Kepemimpinan

1.      Tipe Otokratik
Semua ilmuan yang berusaha memahami segi kepemimpinan otokratik mengatakan bahwa pemimpin yang tergolong otokratik dipandang sebagai karakteritik yang negatif.
2.      Tipe Paternalistik
Tipe pemimpin paternalistik hanya terdapat di lingkungan masyarakat yang bersifat tradisional, umumnya dimasyarakat agraris. Salah satu ciri utama masuarakat tradisional ialah rasa hormat yang tinggi yang ditujukan oleh para anggiota masyarakat kepada orang tua atau seseorang yang dituakan. Pemimpin seperti ini kebapakan, sebagai tauladan atau panutan masyarakat. 
3.      Tipe Kharismatik
Tidak banyak hal yang dapat disimak dari literatur yang ada tentang kriteria kepemimpinan yang kharismatik. Memang ada karakteristiknya yang khas yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang jumlahnya kadang-kadang sangat besar.
4.      Tipe Laissez Faire
Pemimpin ini berpandangan bahwa umumnya organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran-sasaran apa yang ingin dicapai, tugas apa yang harus ditunaikan oleh masing-masing anggota dan pemimpin tidak terlalu sering intervensi.
 

  •  Teori-Teori Kepemimpinan  

1.      Teori Kepemimpinan sifat ( Trait Theory ).
2.      Teori Kepemimpinan perilaku dan situasi.
3.      Teori Kontingensi.
4.      Teori Behavioristik.
5.      Teori Humanistik.

Rabu, 16 November 2011

Tipe, Bentuk, Struktur atau Skema Organisasi


v  Tipe , Bentuk , Struktur atau Skema Organisasi

Secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada.
Organisasi ialah suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.

Adapun ciri-ciri dari organisasi :

- Adanya komponen ( atasan dan bawahan)
- Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
- Adanya tujuan
- Adanya sasaran
- Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
- Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas

v  Type dan bentuk organisasi

          Dalam organisasi , ada bermacam -macam bentuk organisasi baik bersifat organisasi kemasyarakatan , atau organisasi partai politik.Bahkan dalam pemerintahan di katakan organisasi beskala nasional.karena organisasi itu terdiri dari anggota dan pengurus.Di dalam bentuk organisasi dapat kita bedakan sebagai berikut:

1. Piramida Mendatar(flat)

menpunyai ciri-ciri diantaranya :
·         Jumlah satuan organisasi tidak banyak sehingga tingkat-tingkat hararki kewenangan sedikit.
·         jumlah pekerja(bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak
·         Format jabatan untuk tingkat pimpinan sedikit karena jumlah pimpinan relatif kecil,di negara kita bisa kita lihat misal nya organisasi kemiliteran.

2. Piramida Terbalik.

           Organisasi piramida terbalik adalah kebalikan dari tipe piramida terbalik adalah jumlah jabatan pimpinan lebih besar daripada jumlah pekerja. Organisasi ini hanya cocok untuk organisasi-organisasi yang pengangkatan pegawainya berdasarkan atas jabatan fungsional seperti organisasi-organisasi/ lembaga-lembaga penelitian, lembaga-lembaga pendidikan.

3. Type Kerucut

Type organisasi kerucut mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
·         Jumlah satuan organisasi banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki/kewenangan banyak.
·         Rentang kendali sempit.
·         Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab kepada penjabat/pimpinan yang bawah/rendah
·         Jarak antara pimpinan tingkat atas dengan pimpinan tingkat bawah terlalu jauh.
·         Jumlah informasi jabatan cukup besar.

Bentuk Organisasi

1. Bentuk Organisasi Staff
2. Bentuk Organisasi Lini
3. Bentuk Organisasi Fungsional
4. Bentuk Organisasi Fungsional & Lini
5. Bentuk Organisasi Fungsional & Staff
6. Bentuk Organisasi Lini &Staff Struktur atau Skema Organisasi

Stuktur Organisasi

          Struktur organisasi pada dasarnya merupakan desain organisasi dimana manajer melakukan alokasi sumber daya organisasi, terutama yang terkait dengan pembagian kerja dan sumber daya yang dimiliki organisasi, serta bagaimana keseluruhan kerja tersebut dapat dikordinasikan dan dikomunikasikan.

v Pengertian konflik

          Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Sumber dan Jenis - Jenis Konflik :
1 .Konflik menyangkut informasi 
2. Konflik menyangkut Sumberdaya 
3. Konflik tentang Relasi 
4. Konflik menyangkut Kepentingan atau Kebutuhan
5. Konflik Menyangkut Struktur
6. Konflik Menyangkut Nilai-Nilai Hidup

v Strategi penyelesaian konflik

antara lain dengan cara :
1.      Mempertegas atau menciptakan tujuan bersama. Perlunya dikembangkan tujuan kolektif di antara dua atau lebih unit kerja yang dirasakan bersama dan tidak bisa dicapai suatu unit kerja saja.
2.      Meminimalkan kondisi ketidak-tergantungan. Menghindari terjadinya eksklusivisme diatara unit-unit kerja melalui kerjasama yang sinergis serta membentuk koordinator dari dua atau lebih unit kerja.
3.      Memperbesar sumber-sumber organisasi seperti : menambah fasilitas kerja, tenaga serta anggaran sehingga mencukupi kebutuhan semua unit kerja.
4.      Membentuk forum bersama untuk mendiskusikan dan menyelesaikan masalah bersama. Pihak-pihak yang berselisih membahas sebab-sebab konflik dan memecahkan permasalahannya atas dasar kepentingan yang sama.
5.      Membentuk sistem banding, dimana konflik diselesaikan melalui saluran banding yang akan mendengarkan dan membuat keputusan.
6.      Pelembagaan kewenangan formal, sehingga wewenang yang dimiliki oleh atasan atas pihak-pihak yang berkonflik dapat mengambil keputusan untuk menyelesaikan perselisihan.
7.      Meningkatkan intensitas interaksi antar unit-unit kerja, dengan demikian diharapkan makin sering pihak-pihak berkomunikasi dan berinteraksi, makin besar pula kemungkinan untuk memahami kepentingan satu sama lain sehingga dapat mempermudah kerjasama.
8.      Me-redesign kriteria evaluasi dengan cara mengembangkan ukuran-ukuran prestasi yang dianggap adil dan acceptable dalam menilai kemampuan, promosi dan balas jasa.

Rabu, 25 Mei 2011

Manusia Dan Kegelisahan

Pengertian kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang beraru tidak tenteram hatinya selalu merasa khawatir , tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hari maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
      Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu, gejala tingkah laku atau gerak gerik tersebut lain dari bisasanya misalnya berjalan mondar mandir dalam ruangan tertentu sambil menundukkannya kepalanya, duduk termenung sambil memegang kepalanya duduk dengan wajah murung atau sayu, malas bicara dan lain lain. Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan karena itu dalam kehidupan sehari hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan kekhawatiran ataupun ketakutan definisi dapat disebutkan, bahwa seseornng mengalami frustasi karena apa yang diinginkannya tidak tercapai.

Sigmeund freud ahli psikoanalisa berpendapat bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia, yaitu :
A. Kecemasaan Objektif
   Kecemasan tentang kenyataaan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorangyang mengancam ntuk mencelakaakaknnya pengalaman bahaya mewarisi kecenderungannya untuk menjadi takut kalau berada dekat benda benda tertentu atau keadaan tertentu di lingkungannya.

B. Kecemasan Nerotis (Syaraf)
   Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya yang naluriah. menurut Sugmund Freud kecemasan ini dibagi menjadi tiga macam.
Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan kecemasan timbul karena orang itu takut akan bayangannya sendiri atau takut akan id nya sendiri, sehingga menekan dan menguasai ego. Kecemasan semacam ini menjadi sifat dari seorang yang gelusan , yang selalu mengira bahwa sesuatu yang hebat terjadi.

C. Kecemasaan Moril
   Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki bermacam macam emosi antara lain: iri, benci, dendam, dengki dan marah, gelisah, cinta dan rasa kurang percaya diri.
Misalnya seseorang yang merasa dirinya kurang cantik maka dalam pergaulannya ia terbatas kalau tidak tersisihkan sementara itu ia pun tidak berprestasi dalam berbagai kegiatan sehingga kawan kawannya lebih dinilai sebagai lawan. Ketidakmampuannya menimbulkan kecemasan moril.

PENYEBAB KEGELISAHAN
     Apabila di kaji, sebab sebab orang gelisah adalah karena mereka takut kehilangan berbagai macam haknya seperti hak untuk hidup, hak milik, hak memperoleh perlindungan dan lain-lain.
contohnya:
beberapa waktu belakangan ini kita sering mendengar isu bahwa jakarta akan diguncang gempa dengan daya rusak yang setara dengan bom hiroshima pada waktu tertentu. ketika mereka mendengar berita tersebut, mereka langsung panik dan melakukan persiapan untuk mengamankan barang-barang miliknya atau membuat tenda di depan rumah dan menjudge bahwa berita tersebut benar adanya. padahal kalau kita telaah secara mendalam, tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui kapan dan dimana gempa itu akan terjadi. hal tersebut dapat terjadi karena mereka takut kehilangan beberapa haknya seperti hak untuk hidup, ak untuk mendapat perlindungan, dan lain lain

CARA MENGATASI KEGELISAHAN
    Dalam mengatasi kegelisahan ini pertaam-tama harus mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu, yaitu kita harus bersikap tenang. dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga kesulitan dapat kita atasi. sedangkan cara yang paling ampuh untuk mengatasi kegelisahan adalah dengan berserah diri kepada tuhan.

Manusia Dan Harapan

Harapan berasal dari kata harap yaitu keinginan supaya sesuatu terjadi atau sesuatu terjadi atau suatu yang belum terwujud. Kata orang manusia tanpa harapan adalah manusia yang mati sebelum waktu-nya. Bisa jadi, karena harapan adalah sesuatu yang hendak kita raih dan terpampang dimuka. Hampir sama dengan visi walau dalam spektrum sederhana, harapan merupakan cip-taan yang kita buat sebagai sesuatu yang hendak kita raih. Jadi hidup tanpa harapan adalah hidup tanpa visi dan tujuan.
Maka bila manusia yang hidup tanpa harapan pada hakekatnya dia sudah mati. Harapan bukanlah sesuatu yang terucap dimulut saja tetapi juga berangkat dari usaha. Dia adalah ke-cenderungan batin untuk membuat sebuah rencana aksi, peristiwa, atau sesuatu menjadi lebih bagus. Sederhananya, harapan membuat kita berpikir untuk melakukan sesuatu yang lebih baik untuk meraih sesuatu yang lebih baik.
Ada 2 hal yang menyebabkan seseorang memiliki harapan, yaitu :
1. Dorongan Kodrat
Kodrat adalah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terwujud dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, sedih, dan bahagia. Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat, dan hidup bersama dengan manusia lain. Dengan kodrat inilah, manusia memiliki harapan.
2. Dorongan Kebutuhan Hidup
Manusia memiliki kebutuhan hidup, umumnya adalah kebutuhan jasmani dan rohani. Untuk memenuhi kebutuhan itu manusia harus bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan karena kemampuan manusia sangat terbatas baik kemampuan fisik maupun kemampuan berpikirnya.
Menurut Abraham Maslow, sesuai dengan kodratnya, harapan atau kebutuhan manusia itu adalah :
·           Kelangsungan hidup (survival).
·           Keamaanan (safety).
·           Hak dan kewajiban untuk mencintai & dicintai (be loving and loved).
·           Diakui lingkungan (status).
·           Perwujudan cita-cita (self-actualization).

KEPERCAYAAN
           Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. maka jelaslah kepada kita, bahwa dasar kepercayaan itu adalah kebenaran. Ada jenis pengetahuan yang dimilik seseorang, bukan karena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima dari orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan karma orang lain itu dapat dipercaya. Yang diselidiki bukan lagi masalahnya, melainkan orang yang memberitahukan itu dapat dipercaya atau tidak. Pengetahuan yang diterima dari orang lain atas kewibawaannya itu disebut kepercayaan. Makin besar kewibawaan yang memberitahu mengenai pengetahuan itu makin besar kepercayaan.
Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan artinya diberitahukan oleh Tuhan - langsung atau tidak langsung kepada manusia. Kewibawaan pemberi kebenaran itu ada yang melebihi besamya . Kepercayaan dalam agama merupakan keyakinan yang paling besar. Hak berpikir bebas, hak atas keyakinan sendiri menimbulkan juga hak ber agama menurut keyakinan.
Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu, Dasarnya ialah keyakinan masing-masing.

Tentang Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu pristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencpai kenikmatan dan kebahagiaan.
Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
1.            Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
2.            Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, atau ingin bunuh diri. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalnya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup, dan sebagainya. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti. Misalnya sifat anti kawin paksa, ia berjuang menentang kawin paksa, dan lain-lain.
makna penderitaan” adalah bahwa kondisi itu jelas sangat sulit bisa kita bayangkan dalam situasi-sitausi kongkrit. Terutama bahwa kita menerima kenyataan bahwa ‘makna’ apapun dalam diri manusia selalu hadir dalam relasinya dengan entitas-entitas lain dan juga kondisi-kondisi yang lain yang tentu lebih kontekstual, relasional dan sekaligus menyejarah. Ini sekaligus penolakan terhadap pandangan potensial (hukum kondrat) bahwa manusia pada prinsipnya mempunyai “kehendak untuk mencari makna”.


Selasa, 24 Mei 2011

Keindahan Alam

Ketika anda menikmati film Laskar Pelangi, maka Anda akan mendapatkan suatu scene yang sangat indah, yaitu pantai di Pulau Belitung. Keindahan pantai di Bangka Belitung bukan lah suatu cerita bohong. Luar biasa karunia alam untuk keindahan ini. Pantai dengan batu-batu alam serta suasana yang sangat damai adalah pilihan bagi Anda untuk menikmati Belitung bersama keluarga. Atau lihatlah keindahan Pantai Parai Tenggiri di Pulau Bangka yang berair jernih dengan fasilitas hotel yang mewah. Anda akan temukan surga yang lain. Hanya ketenangan yang dapat menggambarkan suasana pantai ini.
          Hampir di semua pantai di Pulau Bangka dan Belitung. Berpasir putih. Bedakan dengan dengan Pantai Kuta di Pulau Bali. Pasir putih ini yang membuat Anda dapat dengan tenang membenamkan seluruh tubuh Anda ke dalam pasir atau bermain benteng pasir yang seru bersama keluarga. Pantai merupakan salah satu pariwisata alam yang indah di Bangka Belitung. Pariwisata sejarah juga akan dapat kita temukan karena Bangka adalah salah satu tempat pembuangan tokoh ternama di Indonesia, yaitu Bung Karno dan Bung Hatta serta pahlawan bangsa lainnya. Yang terakhir, makanan. Bangka Belitung adalah salah satu pusat kuliner yang menarik. Selera makan dan masakan Bangka Belitung, menurut saya, adalah salah satu yang enak di Indonesia. Wajar saja, rempah-rempahan juga dihasilkan oleh Bangka Belitung seperti Lada, cengkeh, dan produk pertanian lainnya.
        Karunia ini harus dikelola dengan baik. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah meluncurkan Babel Archie Visit 2010. Namun, tanpa kebijakan terpadu untuk promosi, akomodasi yang memadai, infrastruktur yang prima serta single point of tourism information, maka karunia pariwisata ini tidak berdampak optimal terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pariwisata adalah masa depan berikutnya, bersamaan dengan stocktaking  potensi ekonomi lainnya untuk mempersiapkan kehidupan pasca timah di Bangka Belitung.

Rabu, 18 Mei 2011

Tentang Keadilan

Pengertian Keadilan

Al-qur’an menggunakan pengertian yang berbeda-beda bagi kata atau istilah yang bersangkut-paut dengan keadilan. Bahkan kata yang digunakan untukmenampilkan sisi atau wawasan keadilan juga tidak selalu berasal dari akar kata'adl. Kata-kata sinonim seperti qis th,hukm dan sebagainya digunakan oleh Al-qur ’an dalampengertian keadilan. Sedangkan kata' adl dalam berbagai bentuk konjugatifnya bisa sajakehilangan kaitannya yang langsung dengan sisi keadilan itu (ta'dilu, dalam artimempersekutukan Tuhan dan' adl dalam arti tebusan).
Allah SWT. Berfirman :
Artinya :Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan,memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji,kemungkaran dan permusuhan. dia memberi pengajaran kepadamu agarkamu dapat mengambil pelajaran. (QS. An-Nahl : 90)
Kalau dikatagorikan, ada beberapa pengertian yang berkaitan dengan keadilan dalam Al-qur’an dari akar kata'adl itu, yaitu sesuatu yang benar, sikap yang tidakmemihak, penjagaan hak-hak seseorang dan cara yang tepat dalam mengambilkeputusan hendaknya kalian menghukumi atau mengambil keputusan atas dasar keadilan. Secara keseluruhan, pengertian-pengertian di atas terkait langsung dengan sisi keadilan, yaitu sebagai penjabaran bentuk-bentuk keadilan dalam kehidupan. Dariterkaitnya beberapa pengertian kata‘adl dengan wawasan atau sisi keadilan secaralangsung itu saja, sudah tampak dengan jelas betapa porsi "warna keadilan" mendapattempat dalam Al-qur’an , sehingga dapat dimengerti sikap kelompok Mu'tazilah danSyi'ah untuk menempatkan keadilan ('adalah) sebagai salah satu dari lima prinsip utamaal-Mabdi al-Khamsah.) dalam keyakinan atau akidah mereka.Kesimpulan di atas juga diperkuat dengan pengertian dan dorongan Al-qur’an agarmanusia memenuhi janji, tugas dan amanat yang dipikulnya, melindungi yangmenderita, lemah dan kekurangan, merasakan solidaritas secara konkrit dengan sesamewargamasyarakat, jujur dalam bersikap, dan seterusnya.
Hal-hal yang ditentukan sebagai capaian yang harus diraih kaum Muslim itu menunjukkan orientasi yang sangat kuat akar keadilan dalam Al-qur ’an. Demikian pula,wawasan keadilan itu tidak hanya dibatasi hanya pada lingkup mikro dari kehidupanwarga masyarakat secara perorangan, melainkan juga lingkup makro kehidupan masyarakat itu sendiri. Sikap adil tidak hanya dituntut bagi kaum Muslim saja tetapijuga mereka yang beragama lain. Itupun tidak hanya dibatasi sikap adil dalam urusan-urusan mereka belaka, melainkan juga dalam kebebasan mereka untuk mempertahankan keyakinan dan melaksanakan ajaran agama masing-masing. 
Yang cukup menarik adalah dituangkannya kaitan langsung antara wawasanatau sisi keadilan oleh Al- qur’an dengan upaya peningkatan kesejahteraan danpeningkatan taraf hidup warga masyarakat, terutama mereka yang menderita dan lemahposisinya dalam percaturan masyarakat, seperti yatim-piatu, kaum muskin, janda,wanita hamil atau yang baru saja mengalami perceraian. Juga sanak keluarga (dzawil qurba) yang memerlukan pertolongan sebagai pengejawantahan keadilan.
Orientasi sekian banyak "wajah keadilan" dalam wujud konkrit itu ada yang berwatak karikatifmaupun yang mengacu kepada transformasi sosial, dan dengan demikian sedikit banyakberwatak straktural. Fase terpenting dari wawasan keadilan yang dibawakan Al-qur’an itu adalah sifatnya sebagai perintah agama, bukan sekedar sebagai acuan etis ataudorongan moral belaka. Pelaksanaannya merupakan pemenuhan kewajiban agama, dan dengan demikian akan diperhitungkan dalam amal perbuatan seorang Muslim di hariperhitungan (yaum al-hisab) kelak. Dengan demikian, wawasan keadilan dalamAl - qur’an mudah sekali diterima sebagai sesuatu yang ideologis, sebagaimana terbukti dari evolusi yang dibawakan Ayatullah Khomeini di Iran. Sudah tentudengansegenap bahaya-bahaya yang ditimbulkannya, karena ternyata dalam sejarah, keadilanideologis cenderung membuahkan tirani yang mengingkari keadilan itu.Sebab kenyataan penting juga harus dikemukakan dalam hal ini: bahwa sifat dasarwawasan keadilan yang dikembangkan Al-qur ’an ternyata bercorak mekanistik, kurang bercorak reflektif. Ini mungkin karena "warna" dari bentuk konkrit wawasan keadilanitu adalah "warna" hukum agama, sesuatu yang katakanlah legal-formalistik.